Istilah Perpus Jablai setidaknya menggambarkan kondisi perpustakaan yg akhir - akhir ini kurang diminati dari pada internet.
Jumlah pengguna internet yg besar dan semakin berkembang telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yg besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan "mesin pencarian" seperti Google, pengguna diseluruh dunia mempunyai akses internet yg mudah atas bermacam - macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, internet5 melambangkan penyebaran (decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim.
Apalagi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan buku BSE Online gratis untuk SD, SMP, SMK / SMA, bahkan Universitas yg bisa diunduh siapa saja dengan format PDF. Alhasil mungkin kita akan berfikir, dari pada membawa 3 buku yg tebal mending membawa puluhan bahkan ratusan buku dalam laptop, jadi apakah Perustakaan akan Jablai ?. Tergantung anda mungkin.
Namun ada keunggulan utama pada perpustakaan yg tak dimiliki oleh Internet yaitu, sebagai tempat pertukaran ide, gagasan, inormasi, ataupun pengetahuan secara terbuka. Biar bagaimanapun, diskusi secara tatap muka, akan lebih berisi ketimbang diskusi melalui komputer atau internet.
Anda mau memilih mana? Menjadikan Perpus Jablai atau Melambai - lambai dengan internet.
Pada prinsipnya tujuannya sama, namun yg jadi masalah adalah jika Anda malas datang ke perpustakaan ditambah lagi katrok dengan internet. Wah... kalo kata Syahrini ' Cetar Membahana Badai '.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar